PALEMBANG, Topik Sumsel — Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan di siang bolong di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Lemabang, Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, berujung penangkapan.
Polsek Ilir Timur II mengamankan seorang pria paruh baya bernama Badri Zamharis (49), warga 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Sementara rekannya berinisial Y berhasil melarikan diri dengan membawa sepeda motor hasil curian.
Aksi tersebut terbilang nekat karena dilakukan di lingkungan asrama polisi yang berada tepat di samping Polsek Ilir Timur II.
Kapolsek Ilir Timur II AKP Firmansyah mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, kunci kontak sepeda motor milik anggota polisi masih dalam kondisi tercantol di stang.
” Dua tersangka beraksi sekitar pukul 14.30 WIB di asrama polisi di samping Polsek Ilir Timur II. Kunci kontak motor masih tercantol di stang. Saat korban keluar, motornya sudah tidak ada lagi,” kata Firmansyah, Selasa (15/9/2026).
Menurut Firmansyah, warga sempat melihat dua orang yang tidak dikenal masuk ke kawasan Aspol. Setelah mengetahui sepeda motor hilang, warga kemudian mengenali ciri-ciri kedua pelaku.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Badri akhirnya berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian dengan bantuan warga.
“Anggota bersama warga berhasil mengamankan tersangka Badri, sedangkan temannya melarikan diri. Sepeda motor yang dicuri dibawa oleh temannya,” ujarnya.
Dari pemeriksaan awal, Badri mengaku berperan sebagai pemantau situasi dalam aksi tersebut. Sementara eksekutor pencurian dilakukan oleh rekannya menggunakan kunci letter T.
“Saya hanya memantau situasi. Yang mengeksekusi motor teman saya, dia pakai kunci letter T,” ungkap Badri kepada penyidik.
Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor matic milik Y yang diduga digunakan untuk mendukung aksi pencurian tersebut.
Kepada penyidik, Badri juga mengaku dirinya bersama Y telah dua kali melakukan pencurian sepeda motor. Aksi pertama disebut dilakukan di kawasan Lorong Cempedak, sedangkan aksi kedua berlangsung di Aspol Lemabang.
“Dari jual motor yang pertama saya dapat bagian Rp1,4 juta, Pak, di Lorong Cempedak,” katanya.
Badri mengaku nekat melakukan aksi curanmor karena desakan kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pedagang nanas di kawasan Pasar 5 Ulu, namun penghasilannya disebut tidak mencukupi kebutuhan hidup.
Saat ini, Badri masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Ilir Timur II. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap Y yang melarikan diri dengan membawa sepeda motor hasil curian.