PALEMBANG, Topik Sumsel — Setelah empat bulan melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Reskrim Polsek Ilir Barat I akhirnya menangkap salah satu pelaku penyerangan terhadap ayah dan anak yang berprofesi sebagai pedagang pecel di Jalan Merdeka, kawasan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.
Tersangka berinisial M. Riansyah (18) ditangkap di kediamannya di kawasan Jalan Ratna, Lorong Sungai Tawar, Palembang, pada Rabu (2/9/2026) malam.
Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut, dua korban yakni Destian (25) dan ayahnya, Nurafli (47), menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang.
Akibat kejadian itu, Nurafli mengalami luka serius di bagian dada setelah diduga ditusuk menggunakan senjata tajam hingga mengenai paru-parunya. Sementara Destian mengalami luka pada lengan dan paha.
Selain menyerang korban, kelompok tersebut juga diduga merusak sepeda motor milik korban.
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh mengatakan Riansyah merupakan salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
“Pelaku kami tangkap tak jauh dari kediamannya pada Rabu, 2 September 2026, malam,” kata Fauzi, Kamis (3/9/2026).
Menurut Fauzi, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Riansyah diduga berperan sebagai pelaku yang menusuk Nurafli. Polisi masih melakukan pendalaman dan memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Fauzi menjelaskan, kejadian bermula ketika Destian diserang sekelompok orang yang tidak dikenalnya saat dalam perjalanan pulang setelah berbelanja.
Destian sempat berusaha menghindar, namun tetap terkena sabetan senjata tajam hingga mengalami luka gores pada lengan kanan dan paha kanan. Sepeda motor yang digunakan korban juga diduga dirusak para pelaku.
Setelah kejadian tersebut, Destian kemudian menghubungi ayahnya, Nurafli, untuk meminta dijemput.
“Setelah sempat menghindar, Destian kemudian menghubungi ayahnya, Nurafli, untuk meminta dijemput. Setelah Nurafli datang, pelaku melakukan pengejaran. Nurafli berusaha melarikan diri hingga terjatuh dari sepeda motor,” jelas Fauzi.
Saat Nurafli terjatuh, Riansyah diduga langsung menyerangnya menggunakan senjata tajam berupa tombak dengan panjang sekitar 1,5 meter. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian dada hingga mengenai paru-paru.
“Setelah menusuk korban, Rian dan rombongannya langsung melarikan diri. Nurafli kemudian dibantu dan bersama anaknya, Destian, dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, Riansyah mengaku saat kejadian dirinya bersama sejumlah rekannya berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
“Para pelaku saat itu habis minum alkohol, jadi pada saat kejadian sedang di bawah pengaruh miras,” ungkap Fauzi.
Sementara itu, kepada penyidik, Riansyah mengaku sebelum kejadian dirinya bersama enam orang rekannya sempat berkumpul dan mengonsumsi minuman beralkohol di kawasan 26 Ilir.
“Kami duduk dulu sambil minum, habis minum miras terus menghadang anak dan bapak itu,” kata Riansyah.
Riansyah juga mengakui dirinya yang melakukan penusukan terhadap Nurafli. Sementara sejumlah rekannya diduga melakukan penyerangan terhadap Destian dan merusak sepeda motor korban.
“Yang memukul korban Destian teman saya namanya Pian. Kemudian datang korban Nurafli, lewat Pian mengejar lagi sama saya sampai korban jatuh. Terus korban saya bacok. Kalau teman-teman yang lain cuma merusak motor korban,” ungkapnya.
Saat ini, Riansyah telah diamankan di Polsek Ilir Barat I untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.