Sehingga tidak melebihi 6 jam dari dimasak sampai ke penerima manfaat,” tuturnya.
“Khusus untuk siswa kelas 1 SD sampai 3 SD didistribusikan lebih cepat. Sementara untuk siswa kelas 4 SD sampai SMA setelahnya,”jelasnya.
Dapur SPPG Polda Sumsel juga memperhatikan perlakuan terhadap makanan juga jadi perhatian.
“Ada Kontrol dari instansi terkait pelatihan penjamah makanan terkait bagaimana dengan memperlakukan bahan makanan tetap higienis,” katanya.
Dari rekrutmen relawan, pihaknya memastikan orang yang dipilih adalah orang yang sehat dan punya motivasi bekerja secara higienis. Sedangkan chef dan juru masak juga dipilih dari orang yang berkompeten.
Setidaknya ada 47 orang yang bekerja di SPPG terbagi ke dalam tim pencuci ompreng 14 orang, 7 orang juru masak yang dipimpin seorang chef, dan sisanya tim yang menyiapkan bahan makanan.
“Mereka dites kesehatan dan psikotes pada saat rekrutmen orang yang dipilih adalah orang yang punya bidang keahlian masak-memasak. Kami beri pembekalan motivasi bekerja secara higienis,” katanya.