SEKAYU, Topik Sumsel — Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para dosen dan karyawan Politeknik Sekayu nampaknya sangat berimbas terhadap Mahasiswa.
Hal tersebut terllihat saat ratusan Mahasiswa Politeknik Sekayu menggelar aksi unjuk rasa terhadap pihak Yayasan Muba Sejahtera guna mempertanyakan nasib dan menuntut haknya sebagai Mahasiswa, Kamis (28/7/2022) di Halaman Kampus Politeknik Sekayu.
Salah satu Mahasiswa semester akhhir, Aidil Akbar mengatakan, pihaknya menggelar aksi tersebut guna koordinasi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh dosen dan karyawan Politeknik Sekayu.
“Kami selaku Mahasiswa tentu tidak terima karena hak kami tidak bisa dipenuhi, sedangkan kewajiban-kewajiban kami mengenai dana sudah kami penuhi semua,” katanya.
Sebagai Mahasiswa, lanjut Aidil, pihaknya merasa tertekan dengan keadaan ini. “Ya apalagi kami ini masih di bawah asuhan orang tua pak,” ungkapnya.
Senada dikatan Asi Pebriansa yang merupakan Mahasiswa Akuntansi Semester akhir di Politeknik Sekayu ini saat dibincangi, kabar aksi mogok kerja dari para dosen tentu saja membuat dirinya bersama dengan teman teman lainnya merasa resah dan bingung. “Saya sudah memasuki masa Tugas Akhir (TA), dan ini tentu saja menjadi terhambat karena aksi ini,” katanya.
Asi menuturkan, selama menjalani perkuliahan setiap per semester dan pihaknya telah membayar uang semester berkisar Rp 2.750.000. “Sementara uang pembangunan berkisar Rp 3 juta lebih yang dicicil selama 4 semester. Dan ada lagi uang toefl sebesar Rp 525 ribu, tentunya dengan adanya mogok kerja ini tentu saja kami merasa bingung ingin berbuat apa,” tukasnya. (win)