Menurutnya, terdapat 17 laporan polisi yang menjadi sumber barang bukti dalam pemusnahan tersebut.
“Pengungkapan terbanyak berada di Muara Enim sebanyak enam laporan polisi. Palembang empat kasus, Banyuasin satu kasus, Musi Banyuasin dua kasus, OKI dua kasus, Muratara satu kasus, dan Prabumulih satu kasus,” kata Syeh Kopek.
Salah satu tersangka yang turut terkait dalam pengungkapan tersebut yakni Budiman Alamsyah. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1,03 kilogram sabu. Budiman ditangkap petugas pada Agustus 2026 di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Palembang.
Syeh Kopek mengungkapkan, kondisi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius.
“Kita sangat prihatin karena Sumsel berada di peringkat dua penyalahgunaan narkoba se-Indonesia setelah Sumatera Utara. Rata-rata kabupaten/kota di Sumsel berada pada zona merah, hanya sebagian yang zona kuning,” ungkapnya.
Ia menyebut sejumlah daerah yang masuk kategori zona merah peredaran narkotika, di antaranya Palembang, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara.