Pengampuan rumah sakit ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mengurangi kesenjangan akses pelayanan, fasilitas kesehatan serta meningkatkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan para manajer RS yang diampu.
Selanjutnya pada tahun 2024 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melalui lembaga riset kanker International Agency for Research on Cancer (IARC), merilis data estimasi mengenai beban kanker dunia. Dari data survei di 115 negara yang menunjukkan bahwa sebagian besar negara tidak menyediakan layanan yang memadai untuk kanker dalam cakupan kesehatan universal (UHC). Hanya 39 dari 115 negara yang memasukkan manajemen kanker sebagai layanan kesehatan inti untuk seluruh warga negara. Kondisi ini akan membuat risiko kematian bagi penderita kanker semakin tinggi.
Edward menjelaskan, dari sejumlah negara yang disurvei oleh WHO juga menunjukkan bahwa hanya 28 persen negara yang menyediakan pelayanan paliatif, yakni dengan memaksimalkan kualitas hidup pasien dan mengurangi gejala yang mengganggu. Layanan paliatif dibutuhkan oleh pasien kanker stadium lanjut dengan kemungkinan sembuh kecil tetapi tetap membutuhkan layanan kesehatan agar kualitas hidupnya tetap terpenuhi.