“Alhamdulillah, pada hari apel ikrar ini kami menjadi yang terbanyak titik sumurnya yang diverifikasi langsung oleh Pertamina dan disahkan,” ujar Hafiz.
Ia menjelaskan, jumlah sumur yang telah diverifikasi mencapai 149 titik di wilayah kerja Pertamina dan 248 titik di wilayah Medco.
“Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan di Musi Banyuasin,” katanya.
Meski legalitas telah diberikan, Hafiz menyebut pihaknya belum mulai berproduksi karena masih dalam tahap persiapan pengiriman hasil produksi ke Pertamina maupun Medco.
“Setelah ini kami akan mulai berproduksi dan melakukan proses pengiriman,” ungkapnya.
Untuk mendukung operasional, koperasi saat ini telah menyiapkan dua fasilitas penyimpanan minyak (storage) dengan kapasitas sekitar 350 ton yang berada di kawasan Simpang Tungkal dan Sanga Desa.
Selain itu, sebanyak lima armada angkutan juga telah disiapkan guna menunjang distribusi hasil produksi minyak rakyat.
“Insyaallah armada akan berjalan setiap hari,” jelas Hafiz.
Dalam pengelolaannya, koperasi mengaku menerapkan standar keselamatan kerja berbasis Good Engineering Practice (GEP) sesuai arahan dari Pertamina dan Medco.