Selama ini, pengelolaan wisata di kawasan tersebut melibatkan kolaborasi antara masyarakat dan pihak perusahaan melalui konsep wisata berbasis komunitas. Kawasan Gunung Dempo sendiri telah berkembang menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Selatan dan mulai dikenal secara nasional.
Wawan menambahkan, penutupan ini dilakukan demi keberlanjutan pengelolaan wisata ke depan agar tetap sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Kami berharap masyarakat tetap menjadi bagian utama dalam pengembangan wisata ke depan. Gunung Dempo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup, identitas, dan warisan yang harus dijaga bersama,” tambahnya.
Adapun destinasi yang terdampak penutupan sementara antara lain Bukit Tungguan, Nature High Villa, dan Kabelban Rest Area. Sementara itu, beberapa lokasi lainnya seperti Strawberry DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, serta area tanaman pertanian semusim ditutup total hingga waktu yang belum ditentukan.
Pihak pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, PTPN I Regional 7, serta Pemerintah Kota Pagar Alam atas dukungan yang selama ini diberikan.