Berdasarkan keterangan F yang berhasil selamat, dirinya tercebur terlebih dahulu ke dalam kolam. Belum diketahui bagaimana kemudian QFA ikut tercebur.
“Kalau cerita dari F, dirinya yang tercebur dulu ke dalam kolam. Tidak tahu bagaimana anak saya juga ikut,” jelas Iwan.
Iwan mengatakan, sebelumnya area kolam IPAL tersebut memang memiliki pagar. Namun, kondisi pagar yang tidak terawat membuat akses menuju kolam menjadi mudah dimasuki, termasuk oleh anak-anak.
Pasca kejadian, pihak Dinas Perikanan bersama instansi terkait disebut telah mendatangi kediaman keluarga korban. Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, pagar di sekitar kolam akan diperkuat menggunakan seng.
“Dinas Perikanan hari ini katanya mau pasang pagar seng di dekat kolam IPAL,” tandas Iwan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kolam berada tidak jauh dari permukiman dan aktivitas masyarakat. Pengamanan area kolam diharapkan segera diperkuat untuk mencegah anak-anak mendekati lokasi yang memiliki risiko keselamatan.