“Biasanya konsumen meminta keringanan dengan membayar separuh terlebih dahulu, sementara sisa pembayaran seringkali memakan waktu lama sehingga persoalan menjadi berlarut-larut,” jelasnya.
Di tengah upaya penertiban tunggakan, Perumda Tirta Randik juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan baru. Hingga Januari 2026, total pelanggan tercatat sebanyak 56 ribu sambungan, dengan penambahan sekitar 2.700 pelanggan sepanjang tahun 2025.
“Target kami setiap tahun minimal 3.000 pelanggan baru. Untuk tahun ini, minimal 2.800 sambungan baru harus tercapai,” pungkasnya.