PALEMBANG, Topik Sumsel — Sebuah video yang memperlihatkan dua pemuda diamankan warga di kawasan Kecamatan Kalidoni, Palembang, viral di media sosial. Keduanya diduga melakukan penggalangan dana dengan membawa proposal renovasi masjid yang disebut-sebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit lebih itu, tampak kedua pemuda membawa proposal bertuliskan Renovasi Masjid Al-Falah serta sejumlah uang tunai yang diduga berasal dari sumbangan warga.
Perekam video mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang datang meminta sumbangan dengan membawa proposal tanpa adanya pemberitahuan kepada pengurus lingkungan maupun pihak terkait.
“Para bapak RT dan RW di lingkungan Kalidoni agar berhati-hati apabila ada orang yang datang meminta sumbangan menggunakan proposal seperti ini. Sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan,” ujar perekam dalam video tersebut.
Dalam video itu juga disebutkan bahwa nama masjid yang tercantum dalam proposal diduga tidak berada di wilayah Kota Palembang. Dugaan tersebut kemudian memunculkan kecurigaan warga bahwa proposal yang digunakan tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.
Warga selanjutnya mengamankan kedua pemuda tersebut dan meminta mereka memberikan klarifikasi atas dugaan penggalangan dana yang dilakukan. Keduanya juga tampak menyampaikan permohonan maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Video tersebut memperlihatkan warga memberikan sanksi sosial kepada kedua pemuda sebelum akhirnya persoalan diselesaikan di lokasi.
Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Kalidoni AKP Junardi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penggalangan dana yang mengatasnamakan tempat ibadah maupun kegiatan sosial.
“Kami mengimbau masyarakat Kecamatan Kalidoni agar berhati-hati terhadap orang atau kelompok yang datang meminta sumbangan tanpa pemberitahuan kepada pemerintah setempat, pengurus RT maupun RW. Apabila menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan pengecekan,” ujar AKP Junardi, Selasa (21/7/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan keabsahan proposal maupun identitas pihak yang melakukan penggalangan dana sebelum memberikan sumbangan. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya dugaan penyalahgunaan bantuan masyarakat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.