“Perubahan ini sebenarnya sudah lama. Menurut informasi dari PLN, per 1 Oktober 2025 sudah ada perubahan aset dari Bulian ke Sungai Lilin. Tapi kami di grup baru dikasih tahu sekitar dua minggu terakhir,” ungkap salah seorang warga lainnya.
Ia menjelaskan, setelah adanya perubahan tersebut, pihak PLN dari Muara Bulian sempat memberikan kontak manajer bernama Panji dan Ucok, namun keduanya tidak merespons laporan masyarakat.
“Sampai sekarang tidak ada respons dari mereka. Hanya ada satu orang, Pak Furqon, yang kadang menjawab pesan kami. Sementara pemadaman terus terjadi, bahkan di depan SMA Negeri 1 Bayung Lencir sudah hampir 24 jam listrik padam,” tambahnya.
Warga menyebut alasan yang sering disampaikan pihak PLN adalah gangguan jaringan dan proses perbaikan yang masih berlangsung, namun hingga kini tidak ada pergerakan signifikan di lapangan.
“Bahkan kantor teknik pelayanan PLN di Kelurahan Bayung Lencir itu ada orangnya, tapi tidak ada keputusan yang jelas. Kalau dalam waktu dekat ini tidak ada perubahan, kami akan melakukan aksi besar-besaran,” tegas warga.