Alokasi anggaran untuk program kuliah gratis dari Pemkab Muba mencapai Rp1,54 miliar. Jika sampai lulus, total serapan anggaran untuk 60 orang, yakni dua semester perkuliahan dan satu semester tesis mencapai Rp2,7 miliar.
Hal ini menjadi bukti komitmen yang kuat dari pimpinan daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya kepada guru yang menjadi ujung tombak pembangunan SDM yang berkualitas.
“Program ini akan terus dilakukan karena rasio guru S2 saat ini hanya 15%-17%. Kita bercita-cita rasio strata pendidikan guru yang S2 dapat mencapai minimal 70% dari jumlah 9.309 guru, baik PNS, PPPK, dan kontrak,” terangnya.
Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Zainuddin Nawawi, menambahkan, mahasiswa Pascasarjana FKIP Unsri Kelas Kerja Sama Pemkab Muba adalah orang-orang yang beruntung dan sukses melewati seleksi yang ketat.
“Kelas kerja sama ini telah melewati seleksi yang ketat. Beruntunglah SDM tenaga pendidikan di Muba yang memiliki kepala daerah seperti Pak Apriyadi yang sangat memperhatikan untuk peningkatan kompetensi,” ungkap Zainuddin.
Dia berharap agar mahasiswa Kelas Kerja Sama FKIP Unsri-Pemkab Muba bisa menyelesaikan studi tepat waktu seperti yang ditekankan oleh Apriyadi. “Tiga semester maksimal harus selesai,” tegasnya.