MUBA, Topik Sumsel — Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Musi Banyuasin (Muba) menyatakan bantahan tegas terhadap tuduhan keterlibatan dalam pembuatan video asusila yang saat ini ramai diperbincangkan. Ia merasa telah menjadi korban fitnah bermotif politik serta pemerasan yang menyerang kehormatan dan reputasinya.
Dalam hak jawab yang disampaikan, Sekwan DPRD Muba mengungkapkan keberatannya atas pemberitaan yang menurutnya tidak berimbang. Saya membantah wartawan yang menuliskan dalam berita bahwa “Diduga Oknum Sekwan MUBA Vidio Call Dengan Wanita Adu Oral Sex”
Marko sudah merasa gerah lantaran dirinya telah dicap sebagai orang yang ada di dalam video tersebut.
Lanjut Marko menceritakan awal nya pada tanggal 20 oktober 2024,”saya menerima pesan singkat dari 08385481xxxx mengirimkan video yang diduga saya dalam video tersebut di iringi indikasi pengancaman dan pemerasan dengan nilai jutaan rupiah dari bersangkutan berlangsung selama 6 kali.
Dalam peristiwa yang beredar mencatut nama dan jabatan,Marko merasa di rugikan di kalangan publik yang di nilai menjatuhkan karakter seorang aparatur publik.