“Para pelaku ini menggunakan barcode yang berulang-ulang, sudah ganti-ganti yang mereka dapat. Mereka juga menyiapkan pergantian pelat nomor yang sudah disiapkan oleh para pelaku,” kata Andrie, Rabu (19/8/2026).
Menurut Andrie, solar subsidi tersebut dibeli secara bertahap menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi. Setelah mencapai batas pengisian, kendaraan dibawa kembali ke gudang untuk menurunkan BBM yang telah diperoleh.
“Kendaraan yang digunakan pelaku dapat mengisi solar dalam jumlah tertentu. Setelah mencapai batas pengisian, pelaku kemudian menunggu hingga dapat kembali melakukan pengisian,” jelasnya.
Andrie mencontohkan, satu unit truk dapat mengisi sekitar 80 liter solar dalam sekali pengisian. Setelah melewati batas waktu tertentu, kendaraan kembali digunakan untuk melakukan pembelian berikutnya.
“Kami mengamankan mobil Isuzu Panther yang sudah dimodifikasi yang ditemukan saat penggerebekan. Setelah delapan jam, mereka akan mengulang lagi. Setelah mencapai batas, BBM tersebut langsung dibawa ke gudang penimbunan,” ungkapnya.