Namun, kasus flu Singapura itu sendiri sudah banyak terdapat di beberapa klinik di Kabupaten Musi Banyuasin yang juga menjalani rawat jalan.
“Iya sudah lumayan banyak, terhitung selepas hari libur Idul Fitri di klinik kita (Irawan Medica) sudah ada 32 kasus,” ujar dr Destiyana Irawan MKes.
Gejalanya, diawali dengan demam 1- 3 hari dan dilanjutkan dengan munculnya ruam / bintik kemerahan di sekitar kaki, tangan, dan lanjut ke mulut. Nah, Kalau sudah muncul bintik kemerahan, biasanya demam akan turun.
“Sebenarnya flu Singapura ini tidak terlalu berbahaya karena type penyakit yang self limitting deases, namun akan berbahaya ketika bintik kemerahan itu sudah merebak ke mulut, sehingga akan membuat anak tidak mau makan,” jelasnya.
Dokter muda yang kerap disapa dr Cici tersebut menuturkan, untuk mencegah penyebaran flu Singapura itu sendiri sebenarnya sama seperti pencegahan penyebaran virus covid 19.
“Isolasi diri, hindari interaksi di tempat keramian dan waspada di lokasi-lokasi bermain. Karena flu Singapura ini juga sangat mudah menular,” tandas dia.