“Akibat jalan rusak juga mengakibatkan kemacetan karena mobil dan motor pelan-pelan ketika melintasi jalan rusak,” keluhnya.
Senada dengan Andi sopir mobil yang ban pecah menuturkan, akibat jalan rusak laju ban mobil pecah.
Diakuinya, kerusakan jalan sangat parah karena digenangi oleh air hujan. Apalagi kiri dan kanan jalan tidak mempunyai drainase sehingga air tidak bisa mengalir dan tergenang di jalan.
“Sudah beberapa kali masuk di media sosial tapi tidak ada tindak lanjut dari Pemkab Banyuasin,” ucapnya.
Padahal, Pemkab Banyuasin mengklaim wilayah Tegal Binangun ini masuk Banyuasin.
“Coba saja kalau masuk Palembang mungkin pemerintah Palembang langsung memperbaikinya,” keluhnya.
Sedangkan Deni, seorang pedagang di pasar Induk Jakabaring yang setiap hari melintasi jalur itu mengatakan akibat dari rusaknya jalan tersebut sudah banyak pengguna jalan yang celaka di jalur itu.
“Selain sering menimbulkan kecelakaan, pecah ban, dan anak sekolah terjatuh, jalan rusak itu sangat menyusahkan kami pedagang,” tegasnya.