“Jalur distribusi mereka menyasar wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi, khususnya kawasan perkebunan dan pertambangan seperti Lahat, Empat Lawang, Musi Banyuasin, hingga Ogan Ilir,” katanya.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tersangka PB merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar. Penyidik menduga jaringan tersebut dikendalikan oleh seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial A yang berdomisili di Kabupaten Ogan Ilir.
Tidak hanya di Sumatera Selatan, pengembangan perkara juga merambah wilayah Jawa Barat. Tim gabungan berhasil mengidentifikasi dan mengamankan seorang penerima paket narkotika di wilayah Bogor yang saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Penyidik terus melakukan pendalaman guna mengungkap keseluruhan jaringan, termasuk aliran distribusi, sumber pasokan narkotika, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.
Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi besar yang menunjukkan semakin kompleksnya pola peredaran narkotika yang memanfaatkan jalur distribusi legal untuk mengelabui aparat penegak hukum.