“Sasarannya seluruh penduduk Kabupaten Muba fokus pada masyarakat yang beresiko stunting, seperti keluarga miskin, remaja putri anemia, ibu hamil, dan bayi usia 0-24 bulan,” tuturnya.
Sementara itu Tenaga Ahli Kemendagri Mirwan Rahman Yusuf yang hadir secara virtual sekaligus sebagai narasumber memberikan apresiasi kegiatan rembuk Stunting Kabupaten Muba, dan juga komitmen Pemkab Muba dalam upaya penurunan angka stunting, dari sisi kebijakan anggaran yang disepakati, produk hukum, dan rekomendasi penanganan stunting.
“Ini menunjukkan penurunan stunting di Kabupaten Muba sudah berbasis kebutuhan. Pelaksanaannya juga sudah disadari dan terintegrasi,” pungkasnya.(win/ril)