Dari pihak PT Pusri, Direktur Operasi & Produksi, Filius Yuliandi, mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan PLN.
PT Pusri yang selama ini menggunakan listrik dari pembangkit tenaga uap internal, kini tengah mempertimbangkan alih pasokan listrik dari PLN untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Pada kesempatan yang sama, Pgs. SVP SBU Jasa Pemeliharaan Pabrik, Agung Prasetyanto Nugroho memaparkan rencana pengembangan PT PUSRI Palembang dan kebutuhan daya listriknya.
Bahwa saat ini, PT PUSRI Palembang mengoperasikan pembangkit tenaga listrik yang berasal dari 4 (empat) boiler tenaga uap.
Pasokan listrik dari pembangkit sendiri ini sejauh ini telah dapat memenuhi kebutuhan listrik di seluruh komplek pabrik dan perumahan.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi dan untuk meningkatkan efisiensi biaya, PT PUSRI berencana mengalihkan sebagain kebutuhan pasokan listriknya ke PT PLN (Persero) dengan total kebutuhan daya sebesar 13,8 megawatt.
“Kami telah melakukan evaluasi dan perhitungan. Berdasarkan hasilnya, kami merencanakan pengalihan sebagian pasokan listrik dari PLN, khususnya untuk perumahan dan perkantoran, dengan kebutuhan daya sebesar 13,8 MW. Infrastruktur pendukung sudah kami siapkan, dan koordinasi dengan PLN terus berjalan,” jelas Pgs SVP SBU Jasa Pemeliharaan Pabrik, Agung Prasetyanto Nugroho.