Dari sinilah muncul inovasi untuk memanfaatkan eceng gondok dijadikan pupuk organik. Kemudian diawali dengan pengecekan laboratorium untuk mengetahui kandungan yang terdapat dibatang, daun dan akar eceng gondok.
“Ternyata setelah dicek mengandung unsur nitrogen (N), fospor (F) dan kalium (K) ada juga zicn, ada juga silika yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman buah dan sayur,”tuturnya.
Tidak hanya itu, Ditpolairud Polda Sumsel juga berkoordinasi dengan pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam hal ini Fakultas MIPA yang berkompeten dalam pembuatan pupuk organik.
“Pihak Unsri saya mendukung kami dalam pembuatan pupuk organik dari eceng gondok. Empat bulan yang lalu kami sudah melaporkan hal ini kepada pimpinan dan melakukan uji coba pertama produksi pupuk organik berbahan eceng gondok,”ungkapnya.
“Kami juga sudah melakukan uji coba pupuk organik eceng gondok terhadap lahan pertanian di Indralaya Ogan Ilir pada tanaman varitas jagung dan beberapa jenis tanaman sayuran diantaranya cabai, bayam, kangkung, kacang panjang, kacang tanah dan jenis buah melon dan semangka.