“Selanjutnya pupuk organik ini akan disalurkan kepada petani dengan yang sangat rendah. Kami juga menginginkan ada perubahan mindset kepada para petani khususnya petani jagung dan sayur agar terbiasa menggunakan pupuk organik karena pupuk organik ini sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah dan juga akan menghasilkan buah ataupun sayuran yang sehat untuk dikonsumsi,”bebernya.
Sejauh ini, Ditpolairud Polda Sumsel sudah memproduksi sekitar 30 ton pupuk organik yang diproduksi di pabrik yang berada di Mako Polairud Polda Sumsel dan sudah digunakan 13 ton dilahan pertanian di Indralaya, Ogan Ilir dan OKI.
“Saat ini proses produksi pupuk organik eceng gondok yang kami buat masih menggunakan cara tradisional terutama dalam proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari karena saat ini musim hujan sehingga masih terkendala. Biasanya proses pengeringan hanya enam hari, karena musim hujan bisa dua bahkan tiga minggu an sehingga menuju proses fermentasi dan packaging menjadi lambat,”ungkapnya.