“Saat itu saya bilang jangan lama-lama. Tidak tahunya ada kejadian ini,” ungkap Asyri dengan nada sedih.
Kabar duka tersebut baru diketahui keluarga setelah sejumlah anggota kepolisian mendatangi kediaman mereka sekitar pukul 03.30 WIB.
“Saya baru mengetahui kalau anak saya meninggal dunia jadi korban begal dari pihak kepolisian yang datang ke rumah. Polisi datang sekitar jam 03.30 WIB,” tuturnya.
Saat melihat jenazah putrinya, Asyri mendapati sejumlah luka pada bagian kepala, wajah, dan telinga korban yang mengeluarkan darah.
Selain luka-luka tersebut, sepeda motor Honda BeAT milik korban juga diketahui tidak berada di lokasi. Sementara telepon genggam korban ditemukan, namun keluarga belum dapat membukanya.
“Motornya yang hilang, kalau handphone-nya ada, tapi saya tidak bisa membukanya,” jelas Asyri.
Usai menjalani autopsi, jenazah Adinda rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang TPA II Keramasan, Palembang.
“Kami masih menunggu kakak-kakaknya datang. Tergantung dari sini, kalau cepat selesai, habis Zuhur kami makamkan,” tandasnya.