Sebelum Tewas Diduga Dibegal di Kertapati, Adinda Sempat Pamit Kerja kepada Ayahnya

Asyri (63), ayah korban Adinda Dhea Puji Lestari (21), menunggu proses autopsi jenazah putrinya di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang setelah Adinda ditemukan meninggal dunia dan diduga menjadi korban begal di kawasan Kertapati, Palembang, Rabu (19/8/2026).
750 x 100 AD PLACEMENT

PALEMBANG, Topik Sumsel– Kesedihan mendalam dirasakan Asyri (63), ayah kandung Adinda Dhea Puji Lestari (21), setelah mengetahui putrinya meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga merupakan aksi begal di kawasan Kertapati, Palembang.

Meski berusaha tegar, Asyri tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat menunggu proses autopsi jenazah putrinya di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Rabu (19/8/2026).

Adinda ditemukan meninggal dunia di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu dini hari.

Menurut Asyri, sebelum kejadian, Adinda sempat pulang ke rumah. Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, korban kembali berpamitan untuk menuju tempat kerjanya di Palembang Square (PS), tempatnya bekerja di sebuah gerai makanan.

“Dia pulang dulu ke rumah lalu keluar lagi sekitar pukul 20.30 WIB, katanya dipanggil lagi ke tempat kerja,” kata Asyri kepada wartawan di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Saat berpamitan, Adinda disebut hendak menyelesaikan sejumlah pekerjaan karena akan ada tamu yang datang ke tempat kerjanya.

“Saat itu saya bilang jangan lama-lama. Tidak tahunya ada kejadian ini,” ungkap Asyri dengan nada sedih.

Kabar duka tersebut baru diketahui keluarga setelah sejumlah anggota kepolisian mendatangi kediaman mereka sekitar pukul 03.30 WIB.

“Saya baru mengetahui kalau anak saya meninggal dunia jadi korban begal dari pihak kepolisian yang datang ke rumah. Polisi datang sekitar jam 03.30 WIB,” tuturnya.

Saat melihat jenazah putrinya, Asyri mendapati sejumlah luka pada bagian kepala, wajah, dan telinga korban yang mengeluarkan darah.

Selain luka-luka tersebut, sepeda motor Honda BeAT milik korban juga diketahui tidak berada di lokasi. Sementara telepon genggam korban ditemukan, namun keluarga belum dapat membukanya.

“Motornya yang hilang, kalau handphone-nya ada, tapi saya tidak bisa membukanya,” jelas Asyri.

Usai menjalani autopsi, jenazah Adinda rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang TPA II Keramasan, Palembang.

“Kami masih menunggu kakak-kakaknya datang. Tergantung dari sini, kalau cepat selesai, habis Zuhur kami makamkan,” tandasnya.

Adinda ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah di Jalan Jenderal Satibi Darwis, kawasan Kertapati, Palembang.

Korban diduga menjadi korban begal. Dugaan tersebut diperkuat dengan hilangnya sepeda motor milik korban. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pelaku dalam peristiwa tersebut.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT