930 x 180 AD PLACEMENT

Terdapat Sisi Baik di Dalam Mie Instan, Ini Penjelasannya

(Ist/net)
750 x 100 AD PLACEMENT

TopikSumsel.com — Mie instan merupakan salah satu makan junk food yang disukai banyak orang. Bahkan, tidak sedikit orang di Indonesia yang suka dengan mie instan.

Selain enak, mie instan itu termasuk murah dan sangat praktis. Namun, dibalik kenikmatan mie instan ada gak sih ancaman bagi kesehatan tubuh kita?

Seperti yang banyak orang bilang, terlalu banyak mengkonsumsi mi instan itu tidak sehat. Tapi apa alasannya?

Di dalam mie instan terdapat kandungan lemak jahat dan kandungan garam yang tinggi, bahan pengawet, MSG (Monosodium Glutamat) , dan zat pewarna yang membuat mi instan makin menggiurkan.

Lemak jahat dapat menyebabkan inflamasi yang berujung pada penyakit jantung, stroke dan masalah pencernaan. Sedangkan garam, jika terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan tekanan darah naik, dan ujungnya memberatkan kerja jantung dan mengganggu kinerja organ lain dalam tubuh.

Mie instan juga rendah serat dan protein, sedangkan di dalam tubuh manusia sangat memerlukan serat karena penting untuk kesehatan pencernaan sementara protein guna untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel.

Suatu penelitian dari Korea Selatan menyatakan bahwa semakin sering seseorang mengkonsumsi mie instan, maka resiko untuk menderita sindrom metabolik akan semakin tinggi.

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi berupa tekanan darah tinggi, meningkatnya porsi lemak tubuh pada bagian perut dan tingginya kadar kolesterol dan trigliserida. Kondisi yang terjadi pada saat yang bersamaan ini meningkatkan resiko kita untuk terkena berbagai macam penyakit termasuk diabetes.

Meskipun begitu, beberapa pakar melihat potensi besar dalam mie instan.

Mie instan yang dapat diakses oleh berbagai kalangan dapat dijadikan alat untuk menambah asupan vitamin dan mineral sehingga menurunkan resiko malnutrisi. Contohnya, suatu penelitian di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan menyatakan bahwa mie instan yang diperkaya dengan zat besi dan vitamin A dapat mengurangi resiko anemia dan penyakit mata tanpa memandang tingkat sosial dan ekonomi.

Kesimpulannya, mie instan memang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Namun, potensi mie instan masih dapat digali lagi untuk membantu memberantas malnutrisi karena aksesnya yang mudah, tanpa halangan faktor sosial dan ekonomi.

Sebagai penikmat mie instan, kira-kira kalian mau gak kalau diajak untuk mengembangkan mie instan agar lebih sehat?.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT