“Mereka datang berdua, katanya ingin bantu mengurus perpanjangan KIR. Tapi waktu saya tanya surat-suratnya, satu orang malah minta ke temannya di motor. Karena tidak lengkap, mereka pergi. Saya pikir tidak ada apa-apa,” jelasnya.
Namun, kejadian mengejutkan terjadi pada Kamis malam. Pelaku yang datang sebelumnya kembali ke rumah, dan langsung menanyakan keberadaan Ibnu. Karena saat itu, Ibnu tidak berada di rumah, mertuanya yang membuka pintu. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menyiramkan air keras dari kantong jaketnya ke arah wajah mertuanya.
“Pelaku pura-pura menanyakan saya ada atau tidak, lalu langsung menyiramkan cairan itu ke wajah mertua saya. Separuh wajahnya kena, sekarang sedang dirawat,” katanya dengan nada sedih.
Ibnu juga mengungkapkan bahwa sebelum insiden penyiraman tersebut, rumahnya sempat mengalami percobaan pembakaran dibagian atap rumahnya terlihat hangus akibat dibakar oleh orang tak dikenal, yang diduga pelaku yang sama.
“Saya dan keluarga sangat trauma. Rumah sempat coba dibakar beberapa hari lalu, dan sekarang mertua saya jadi korban air keras. Saya mohon kepada Kapolda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang untuk mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya.