PALEMBANG, Topik Sumsel — Pengungkapan ladang ganja seluas 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Satresnarkoba Polres Empat Lawang terus berkembang. Dalam penyelidikan terbaru, polisi menemukan fakta baru berupa lokasi persemaian hingga ribuan bibit ganja yang siap ditanam.
Selain menyita sekitar 220 kilogram ganja kering, tim gabungan juga mengamankan 10 kotak benih ganja. Setiap kotak diperkirakan mampu ditanam di lahan seluas satu hektare. Tak hanya itu, ditemukan pula 35 wadah media semai yang berisi sekitar 1.750 bibit ganja, cukup untuk menanami lahan seluas 1 hingga 1,2 hektare.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana menjelaskan, bibit-bibit tersebut disiapkan untuk memperluas area tanam di lokasi yang berada di kawasan hutan Bukit Barisan.
“Ada 10 kotak bibit yang siap tanam, masing-masing untuk satu hektare. Selain itu, terdapat 35 media semai dengan ribuan bibit yang sudah disiapkan,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (30/4/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan tersangka utama, Pinhar, di Palembang. Dari hasil pengembangan, polisi menemukan ladang ganja yang dikelola secara sistematis dengan melibatkan empat orang lainnya yang kini masih berstatus buronan (DPO).
Menurut Yulian, para pelaku menggunakan metode tanam dengan menyiasati siklus pertanian. Tanaman ganja ditanam berdampingan dengan tanaman kopi untuk mengelabui petugas.
“Ketika kopi dipanen, mereka mulai menyemai dan menanam ganja. Dalam setahun bisa panen dua kali, bahkan dengan luas lahan yang ada, panen bisa dilakukan setiap bulan,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan tiga orang yang diduga melakukan upaya penghalangan saat proses pengungkapan berlangsung.
Hasil panen ganja tersebut diketahui diedarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Selatan hingga ke Pulau Jawa, dengan harga jual sekitar Rp1 juta per kilogram.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lebih luas, termasuk menelusuri asal-usul bibit ganja yang digunakan.