Sunanto melanjutkan, pihaknya sudah sering mengkonfirmasi ke pihak Yayasan Muba Sejahtera bahwa pihak Yayasan menyatakan per Juli hingga sampai dengan dengan September tidak sanggup untuk menggaji seluruh Dosen dan Karyawan. “Itu pun rencananya baru mau diajukan pada Bulan Oktober mendatang,” tukasnya.
Sementara itu, lebih lanjut Sunanto, pihaknya tentu membutuhkan kepastian untuk kegiatan dan gaji, termasuk juga untuk melayani adik-adik Mahasiswa. “Ketika kami tidak ada kepastian, maka otomatis imbasnya ke adik-adik Mahasiswa,” ungkapnya.
Sunanto berharap, pihaknya meminta bantuan mediasi kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) karena bagaimana pun keberadaan Politeknik Sekayu tersebut merupakan dari awal pelopor pendiriannya dari Pemda karena seluruh aset Politeknik Sekayu pun milik Pemda.
“Kami berharap, pihak Pemda dan pihak DPRD Muba memperhatikan dan memperdulikan nasib-nasib kami dan adik-adik mahasiswa ini yang sedang kuliah maupun yang sedang ingin menyelesaikan studinya,” harap Sunanto. (win)