930 x 180 AD PLACEMENT

Tidak Ada Kejelasan Gaji, Dosen dan Karyawan Poltek Sekayu Mogok Kerja

Para Dosen dan Karyawan Politeknik Sekayu melakukan aksi mogok kerja.
750 x 100 AD PLACEMENT

SEKAYU, Topik Sumsel — Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) nomor : 420/3389/Sekr/Dikbud/2022 tanggal 27 Juni 2022 perihal Penghentian Penganggaran Operasional Politeknik Sekayu. Artinya, untuk gaji para dosen dan karyawan Politeknik Sekayu terhitung bulan Juli tidak lagi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetapi sudah dialihkan ke pihak Yayasan Muba Sejahtera.

Namun, terkait hal tersebut para dosen dan karyawan Politeknik Sekayu hingga sekarang belum mendapat kejelasan dari pihak Yayasan prihal gaji, tunjangan dan lainya. Karena itu, Kamis (26/7/2022) pagi, seluruh dosen dan karyawan Politeknik Sekayu menggelar aksi mogok kerja hingga waktu yang belum ditentukan.

Direktur Politeknik Sekayu, Sunanto SE MM menjelaskan, aksi mogok kerja tersebut berkaitan dengan isu yang beredar bahwa surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba yang berkaitan dengan penghentian operasional dan penggajian kepada pihaknya.

“Jika hal demikian disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan kepada civitas akademik Poltek Sekayu, tentu saja menimbulkan pertanyaan bagaimana nasib karyawan dan para dosen. Karena bagaimanapun kami sudah mengkonfirmasi dan upaya untuk memperjelas bagaimana nasib untuk para dosen, karyawan dan mahasiswa untuk kedepannya nanti,” jelas Sunanto.

Sunanto melanjutkan, pihaknya sudah sering mengkonfirmasi ke pihak Yayasan Muba Sejahtera bahwa pihak Yayasan menyatakan per Juli hingga sampai dengan dengan September tidak sanggup untuk menggaji seluruh Dosen dan Karyawan. “Itu pun rencananya baru mau diajukan pada Bulan Oktober mendatang,” tukasnya.

Sementara itu, lebih lanjut Sunanto, pihaknya tentu membutuhkan kepastian untuk kegiatan dan gaji, termasuk juga untuk melayani adik-adik Mahasiswa. “Ketika kami tidak ada kepastian, maka otomatis imbasnya ke adik-adik Mahasiswa,” ungkapnya.

Sunanto berharap, pihaknya meminta bantuan mediasi kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) karena bagaimana pun keberadaan Politeknik Sekayu tersebut merupakan dari awal pelopor pendiriannya dari Pemda karena seluruh aset Politeknik Sekayu pun milik Pemda.

“Kami berharap, pihak Pemda dan pihak DPRD Muba memperhatikan dan memperdulikan nasib-nasib kami dan adik-adik mahasiswa ini yang sedang kuliah maupun yang sedang ingin menyelesaikan studinya,” harap Sunanto. (win)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT