MUBA, Topik Sumsel — Setelah berhasil menipu ratusan korban dengan berkedok arisan online, akhirnya Sat Reskrim Polres Muba berhasil menahan M(29) yang sering beraksi di Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (8/11/2022) lalu, seusai menjalani pemeriksaan sekira 5 jam lamanya.
Didampingi KBO Reskrim Iptu Indra Jaya, Kapolres Muba AKBP Siswandi mengungkapkan, kejadian tersebut bermula dari pelaku M(29) menawarkan jual beli arisan melalui postingan status whats aps, facebook dan WAG Team Arisan. Lalu korban diimingi dengan akan mendapat keuntungan 50 persen dari modal yang akan disetorkan.
“Akibat dari perbuatan tersebut, korban mengalalmi kerugian hingga 565 juta rupiah yang disetorkan ke rekening pelaku M dari tanggal 13,14 dan 17 Agustus 2022 lalu,” ungkap Siswandi pada Press Releasenya, Kamis (10/11/2022).
Lanjutnya, dari uang sebesar 565 juta rupiah tersebut dimaksud untuk membeli arisan sebanyak 565 yang dijanjikan akan mendapat keuntungan sebesar 847 juta rupiah dalam kurun waktu satu bulan.
“Namun, setelah ditunggu hingga batas waktu ditentukan, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung datang. Bahkan, saat korban mendatangi pelaku, jawaban tak terduga malah diterima,” bebernya.
Atas perbuatannya, Siswandi menegaskan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
“Selain penahanan pelaku, turut juga diamankan barang bukti berupa 7 buah buku tabungan milik pelaku, 4 buah ATM milik pelaku, satu unit HP dan 3 buah buku catatan arisan milik pelaku,” tegasnya.
Sementara, pelaku M(29) mengatakan, dirinya telah menjalankan arisan online ini sejak satu tahun yang lalu dengan jumlah peserta hingga 192 orang. “Untuk jumlah slot itu tergantung dari kemampuan peserta. Ada yang Rp1 juta, ada yang hingga ratusan juta,” akunya.
Dikatakan Minarsih, dirinya belajar arisan online dari teman dan internet. Sehingga memberanikan diri membuka arisan online. “Awalnya semua berjalan baik, bahkan ada yang setor Rp400 juta terus narik Rp600 juta. Tapi setelah banyak yang ikut, pengelolaannya jadi kacau. Sehingga harus gali tutup lobang,” tukasnya. (win)