“Setelah membeli minyak, rencananya hendak dijual kembali ke Desa Pantai, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) untuk disuling secara tradisional agar menjadi berbagai jenis bahan bakar minyak,” akunya.
Tapi dalam perjalanan, lanjut Arwin, tepatnya di Desa Talang Leban, dirinya diteriki banyak ibu-ibu mengatakan mobilnya mengeluarkan api pada bagian bawah. “Mendengar itu, saya berhenti dan keluar dari dalam mobil untuk mengeceknya. aya lihat memang benar ada api. Lalu saya tinggalkan mobil begitu saja. Saat saya pergi, mobil dalam kondisi tidak di rem tangan, karena memang tidak ada rem tangan. Jadi mobil berjalan sendiri dan menabrak rumah warga,” tukasnya.
Merasa takut, lebi lanjut Arwin, ia langsung pergi begitu saja dan menumpang mobil truk yang melintas menuju ke arah Lubuklinggau. “Sampai di sana saya pulang ke rumah, lalu pergi ke Cilegon ke rumah saudara. Di sana saya menunggu kabar apakah bisa berdamai atau tidak, ternyata kerugiannya sangat besar dan saya tidak sanggup,” cetusnya.(win)