Dalam proses tersebut, nama Firdaus Komar muncul sebagai calon tunggal. Tanpa adanya dinamika berarti, seluruh peserta Musda secara bulat menyepakati penetapan dirinya sebagai ketua melalui mekanisme aklamasi.
Ketukan palu pimpinan sidang menandai sahnya Firdaus Komar memimpin JMSI Sumsel untuk lima tahun ke depan.
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, mengapresiasi jalannya Musda yang dinilai mencerminkan kedewasaan berorganisasi.
“Musda ini menjadi contoh bahwa insan media siber mampu berorganisasi secara tertib, santun, dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran JMSI Sumsel dalam menjaga ekosistem pers yang sehat dan profesional, termasuk mendorong seluruh anggota untuk segera menyelesaikan verifikasi administrasi dan faktual di Dewan Pers.
Sementara itu, Firdaus Komar menyampaikan komitmennya untuk membawa JMSI Sumsel menjadi organisasi yang lebih progresif dan inklusif.
“JMSI Sumsel adalah rumah bersama. Kita besarkan organisasi ini dengan kolaborasi dan semangat kebersamaan,” tegasnya.