“Dari jual motor yang pertama saya dapat bagian Rp1,4 juta, Pak, di Lorong Cempedak,” katanya.
Badri mengaku nekat melakukan aksi curanmor karena desakan kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pedagang nanas di kawasan Pasar 5 Ulu, namun penghasilannya disebut tidak mencukupi kebutuhan hidup.
Saat ini, Badri masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Ilir Timur II. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap Y yang melarikan diri dengan membawa sepeda motor hasil curian.