“Sekali lagi, kondisi ini berhasil diredam dengan cara dilakukan pemelukan oleh rekan-rekannya,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, setelah itu tersangka Ahmad Rusli melihat ada korban JU sehingga mengingatkan permasalahan lama yang belum kelar. Dimana, masalah itu terkait masalah pekerjaan bukan masalah Pilkada.
“Pertemuan itulah yang memicu kembalinya cerita lama hingga muncul kemarahan. Secara spontan, Rusli mengeluarkan pisau serta menyerang korban JU sehingga luka robek di dekat leher dan pinggang,” jelas dia.
Seiring serangan ke arah korban JU, anggota yang berada di lokasi berusaha melerai. Namun, Rusli tidak mengetahui bahwa yang melerai polisi dan mengira rekan korban, akhirnya anggota mereka terkena sabetan di pinggang.
“Namun, Alhamdulillah kedua korban Jamak dan anggota kami yang terkena sabetan berhasil segera di evakuasi dan dilakukan pengobatan yang saat ini masih menjalani perawatan, kondisi stabil yang nantinya bisa memberikan kesaksian – kesaksian atas peristiwa terjadi,” ungkapnya.