Bondan menegaskan, sekarang tersangka sedang dalam proses penyidikan atas perkara yang disangkakan kepadanya yaitu perkara Melakukan Eksplorasi dan/atau eksploitasi tanpa memiliki izin usaha atau kontrak kerjasama dan karena kesalahan atau kealpaannya menyebabkan kebakaran.
“Sebagaimana dimaksud pasal 52 undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 ke-7 undang-undang nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi undang-undang, Jo pasal 188 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan bidana denda paling banyak Rp. 60.000.000,” tegas Bondan.