MUBA, Topik Sumsel — Seorang pemuda di Desa Letang, Kecamatan Babat Supat, Muba, tega membunuh ibu kandungnya sendiri saat melaksanakan tadarusan di Masjid.
Kapolres Muba AKBP Siswandi melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Dwi Rio Andrian pada Press Release, Rabu (29/3/2023) mengungkapkan, telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat yang di lakukan oleh tersangka MM(36) warga Desa Letang terhadap kedua orang tuanya kandung sendiri.
“Pelaku melakukan penusukan terhadap ibu kandungnya sendiri lantaran bermula dari kekesalan karena ayah pelaku membakat kitab kepercayaan milik pelaku,” ungkap Dwi.
Sehingga, lanjut Dwi, pada hari Senin (27/3/2023) lalu pelaku melihat ibunya sedang melaksanakan tadarusan (membaca Al-Qur’a) di Masjid yang berada di samping rumahnya dan menganggap ajaran yang dianut oleh ibunya merupakan ajaran sesat.
“Seketika itu, pelaku langsung menusuk ibunya di bagian pinggang kanan hingga tembus ke bagian kiri dengan menggunakan sebilah parang,” lanjutnya.
Dikatakannya, setelah korban ditusuk, korban berteriak mintak tolong. Tidak lama kemudian, suami korban seketika datang dan berusaha untuk melerai serta menangkap pelaku.
“Namun, saat pelaku melihat ayah nya datang, pelaku langsung mencabut parang yang tertancap pada pinggang ibu nya dan langsung membacok ayah nya berulang kali,” kata Dwi.

Selanjutnya, Kata Dwin, ayahnya keluar dari Masjid dan meminta pertolongan warga. “Kedua korban langsung dibawa warga ke RS Sungai Lilin. Sedangkan pelaku pulang dan masuk ke dalam rumah,” terang Dwi didampingi Kasi Humas AKP Susianto.
Lebi lanjut Dwi, warga dan pihak kepolisian berusaha membujuk pelaku yang berada di dalam kamar agar menyerahkan diri. Namun sayang, upaya itu tak ditanggapi oleh pelaku yang saat itu terus memegang parang di tangan kanannya.
“Lalu, warga dan anggota berinisiatif menggunakan kayu untuk memojokkan pelaku. Namun pelaku memberontak dan berusaha melukai siapa saja yang berada di dekatnya,” tukasnya.
Anggota Polsek Babat Supat alami luka bacok
Pelaku yang memberikan perlawanan berhasil lolos dan berlari ke arah dapur. Di sana pelaku bertemu dengan Aipda Andre. Dalam pertemuan itu, pelaku langsung menghunuskan parangnya ke arah perut Aipda Andre. Namun, upaya itu dapat ditangkis menggunakan tas.
“Karena terdesak, Aipda Andre mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku sebelah kiri. Saat Aipda Andre hendak keluar, Tiba-tiba pelaku kembali mengayunkan parang yang mengenai bagian betis dan paha Aipda Andre, sehingga tindakan tegas kembali diberikan pada bagian kaki sebelah kanan,” bebernya.
Setelah kejadian itu, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. “Akibat kejadian itu, ibu pelaku meninggal dunia saat hendak dirujuk ke rumah sakit di Jambi setelah mendapat perawatan di rumah sakit Sungai Lilin, sedangkan ayahnya dan anggota kita mendapatkan perawatan intensif,” tandasnya.
Pelaku Diduga Menganut Aliran Sesat
Diketahui, pelaku pernah mengecam pendidikan di Pesantren dan juga perna mempelajari ilmu hitam. “Menurut keterangan warga setempat, pelaku ini pernah mendalami atau mempelajari ilmu yang diduga ilmu hitam dan menganut aliran sesat,” ungkap Kapolsek Babat Supat Iptu Widya Bhakti Dhira.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Dira, pelaku diasingkan oleh pihak keluarga karena sering mengamuk dan membahayakan orang lain.
“Pelaku tinggal bersama kedua orang tuanya, sedangkan saudara lain berada di rumah masing-masing. Pelaku ini diasingkan dari pergaulan karena sering mengamuk,” tandas dia.