Ia mengaku mengalami kerugian besar, karena selain rumahnya rusak, perahu getek yang menjadi sumber penghasilan juga tidak dapat digunakan lagi.
“Kerugian sekitar Rp300 juta. Rumah hancur dan getek saya rusak total, padahal itu untuk mencari nafkah,” ungkapnya.
Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menghindari kemungkinan terburuk. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan trauma, terutama saat cuaca ekstrem melanda kawasan bantaran Sungai Musi.
Pasca kejadian, personel Satpolairud Polrestabes Palembang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.
“Kami masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, termasuk warga dan awak kapal, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.