Meskipun begitu, pihaknya tetap meminta warga sekitar untuk tidak mendekat apalagi mencoba mengambil ceceran minyak karena sangat berbahaya terutama jika ada percikan api. “Untuk pengamanan sudah dilakukan pemasangan garis polisi,” ungkap dia.
Sementara, salah satu pelaku yakni RA mengatakan, dirinya berserta pelaku lain berencana melakukan pengeboran di tujuh titik, sesuai dengan pesanan.
“Tapi, baru satu titik dengan kedalam 120 meter semburan terjadi. Kami menerima upah Rp35 ribu per meter,” tandas dia singkat.
Sebelumnya, semburan sumur minyak ilegal hingga ketinggian puluhan meter di Kecamatan Keluang Muba viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak air bercampur lumpur disertai minyak dan gas menyembur keluar dari dalam sumur. Akibatnya, minyak mentah mengalir ke berbagai saluran air, termasuk ke sungai.
Situasi itu dimanfaatkan warga sekitar untuk mengambil tumpahan minyak mentah yang mengalir di saluran air yang akan dijual kepada pengepul.(win)